Moscow menyimpan berjuta kisah, termasuk cerita tentang Veronica, bagian kecil dari sunyinya kehidupan di tengah keramaian kota tersebut. Lahir pada 15 Februari 1999, Veronica telah melewati perjalanan hidup yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia diadopsi sejak berusia 12 tahun, tepat setelah orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil pada April 2011. Hidup sebatang kara tanpa keluarga dan harta menjadi penderitaan berat baginya. Padahal, ia sebenarnya adalah anak dari orang terpandang, karena kedua orang tuanya merupakan politikus aktif semasa hidup.

Banyak harapannya yang sirna setelah kepergian orang tuanya. Ia tidak lagi memiliki pelindung, teman berbagi cerita, ataupun tempat untuk pulang. Di saat ia merasa akan tersesat selamanya, sepasang suami istri datang dan mengaku sebagai teman dekat orang tuanya. Meski awalnya ragu, Veronica yang masih berusia 12 tahun tidak punya pilihan lain selain ikut bersama mereka. Kalimat "You’re safe with us here, Sweetheart…" menjadi penguat yang meyakinkan Veronica untuk bertahan di tempat baru tersebut.Delapan tahun berlalu, tepatnya pada tahun 2019, kehidupan Veronica berubah drastis. Sosok anak baik yang dulu ada dalam dirinya kini tertutup oleh ekspresi wajah yang dingin dan tidak ramah. Sisi cerianya kini hanya ditunjukkan kepada orang-orang tertentu saja. Ia menjadi pintar menyembunyikan perasaan dan ahli hidup di dua dunia yang berbeda. Hal ini sering kali membuat orang yang baru mengenalnya salah paham.

Selama hidup bersama Robert dan Moura—orang tua asuhnya—Veronica belajar banyak hal, termasuk keahlian menggunakan senjata. Di balik kehangatan rumah tersebut, ternyata tersimpan rahasia besar. Pada tahun pertamanya tinggal di sana, Veronica mengetahui bahwa orang tua asuhnya bukan sekadar pejabat biasa yang mengelola rumah asuh, melainkan juga menjalankan bisnis gelap rahasia yang melatih tentara bayaran.Robert dan Moura sebenarnya tidak pernah ingin Veronica terlibat dalam dunia hitam ini. Mereka sudah menganggap Veronica seperti anak sendiri dan ingin menjaganya tetap hidup bahagia. Namun, karena tekad Veronica yang kuat saat meminta izin, mereka akhirnya luluh dan memperbolehkannya bergabung.

Selama beberapa tahun menjadi agen rahasia, Veronica tumbuh menjadi sosok yang sulit dikendalikan. Ia sering ikut campur dalam masalah yang bukan urusannya. Dikenal sebagai agen berdarah dingin, aksi-aksinya yang nekat sering kali hampir membuatnya tertangkap karena meninggalkan jejak. Kondisi emosinya pun tidak stabil; ia sering kesulitan membedakan masalah yang bisa diselesaikan dengan logika dan mana yang harus diselesaikan dengan kekerasan. Karena hal itu, Moura memutuskan untuk mengirim Veronica ke Swiss agar ia bisa menenangkan diri sekaligus menjalani terapi emosional.

Terapi tersebut berjalan sukses dan kondisi emosi Veronica membaik. Perubahan ini membuat Veronica mulai hidup normal seperti orang biasa, meskipun ia tidak sepenuhnya meninggalkan dunia agen rahasia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia sering melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negara. Kini, ia memutuskan untuk menetap di Indonesia. Baginya, Indonesia adalah tempat paling aman untuk bersembunyi dari dunia kejahatan yang selama ini melekat pada dirinya.